TKI Yang Hamil atau Melahirkan di Taiwan Tidak Berhak Dipulangkan, Jika Majikan Maksa, Maka Ia Kena Denda

Iklan Google
Taipei, 5 Agustus Kementerian Tenaga Kerja (MOL) memperingatkan bahwa para pengusaha tidak boleh memecat pekerja migran yang kedapatan hamil atau telah melahirkan anak selama tinggal di Taiwan dan para pengusaha harus melakukan cek up kehamilan sbelum mempekerjakan pekerja migran.

Hal ini kembali digalakkan setelah kedapatan 1 pekerja asal Indonesia hamil dan tidak menyadari kehamilannya dan akhirnya melahirkan seorang anak di rumah majikannya. Dan pekerja tersebut saat ini diproses untuk di pulangkan.

Menanggapi hal tersebut, MOL mengatakan bahwa di bawah undang-undang yang ada, pengusaha dilarang mendiskriminasikan atau memecat pekerja asing jika mereka hamil atau melahirkan selama bekerja di Taiwan, mengutip UU Kesetaraan gender dalam ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintahan Manajemen Pemeriksaan Kesehatan.

Taiwan merevisi peraturan tahun lalu dengan menghapus pengujian kehamilan dari daftar tes medis diperlukan untuk pekerja asing.

Selain itu, kata kementerian itu, pengusaha dilarang mengakhiri kontrak mereka dengan pekerja asing awal, atau memaksa mereka untuk meninggalkan negara itu, jika mereka hamil atau melahirkan.

mereka yang melanggar hukum dapat didenda, dan karyawan mereka dapat meminta untuk bekerja untuk majikan yang berbeda, menurut kementerian. suarabmi.com

kementerian mendorong pekerja asing untuk memanggil hotline bebas pulsa 1955 untuk melaporkan pelanggaran tersebut atau mencari konseling tentang masalah ini.
loading...
Iklan Google

Subscribe to receive free email updates: