Bejat,,, Seorang Pejabat Wanita “Ketua Pengadilan Agama Kota Padang Panjang” Tertangkap Satpol PP Saat Sedang Mesum Di Kamar Hotel

Iklan Google

Syafnir Kepala Satuan Polisi  PP Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, membenarkan informasi tertangkapnya seorang pejabat hakim perempuan Pengadilan Agama Kota Padang Panjang dalam razia di Hotel.

Wanita itu tertangkap basah sedang berbuat mesum bersama laki-laki yang bukan suaminya di sebuahkamar hotel di kawasan Bukit Tinggi. Keduanya terlihat masih berpakaian semrawut saat pintu kamar hotel dibuka.

Razia semacam ini merupakan hal rutin yang dilakukan oleh jajaran Satpol PP Bukit Tinggi, seperti halnya hari Minggu (9/10) lalu. Petugas gabungan yang melibatkan TNI , Polri , serta Satpol PP wilayah Kota Bukit Tinggi melakukan razia terhadap pasangan mesum di tempat penginapan Jalan Ahmad Yani, Kampung Cina.

Saat itu anggota Satpol PP menemukan seorang wanita berinsial ED (49) tengah bersama seorang laki-laki yang bukan suaminya lagi sedang “asik” di dalam kamar hotel.
Pasangan itu mengaku sebagai pasangan suami istri. Tapi saat diminta identitas KTP atau bukti buku nikah, mereka tidak dapat menunjukan.

Ketika petugas hendak menggelandang pasangan bukan suami istri tersebut ke kantor, wanita berinsial ED pun menghardik dan menolak untuk diperiksa ke kantor. Bahkan wanita tersebut pun mengeluarkan kartu Pegawai Negeri Sipil dan kartu hakim.

Meski si Lelaki menggertak dan mengancam, namun anggota Satpol PP pun tidak gentar dan tetap menggiring pasangan ini. Lantaran keduanya merupakan pasangan tidak resmi.
Kepala Satpol PP Syafnir membenarkan peristiwa itu. Kepada anggotanya, wanita itu mengaku ternyata adalah “Ketua Pengadilan Agama Kota Padang Panjang”.

Syafnir mengatakan mereka terjaring operasi pekat oleh petugas gabungan. Wanita tersebut tertangkap sedang bersama seorang lelaki bukan suaminya alias pria idaman lain (PIL) "Iya itu betul. Data lengkapnya ada di kantor," ujar Syafni, Selasa (11/10/2016) pagi.

Juru bicara Mahkamah Agung (MA) hakim agung Suhadi membenarkan hal itu. "Ya, sudah kami perintahkan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Padang melakukan pemeriksaan ke hakim itu," kata Suhadi. Maka akan segera dilakukan pemeriksaan intensif, dan akan diberikan sanksi yang paling berat.

1 2 3
Halaman sebelumnya

loading...
Iklan Google

Subscribe to receive free email updates: