Kasihan Ibu Muda TKI Malaysia Ini Lahirkan Bayi Di Penjara Malaysia

Iklan Google

Wajahnya kelihatan begitu sangat lelah ketika mendarat dari bus beserta rombongan Tenaga Kerja Indonesia (TENAGA KERJA INDONESIA TKI) bermasalah yang sampai di halaman Kantor pemerintah Dinas Sosial Kalbar, Jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Sabtu (8/10/2016) pukul 00.30.

Rifatul Jannah menggendong si jabang bayi yang baru berusia 20 hari dipandu guna berbaris oleh petugas Dinas Sosial. Setelah didata, ibu muda itu beserta si jabang bayi dibawa petugas ke rumah sakit setempat guna mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Di rumah sakit setempat, Rifatul Jannah mengaku tidak mengetahui paspor miliknya palsu. Paspor tersebut dibuat oleh agen yang membawanya ke Jiran-Malaysia. Wanita muda ini ditangkap Polis Diraja Jiran-Malaysia (PDRM) ketika hendak pulang ke Kota Pontianak guna melahirkan. Tidak berhasil pulang ke daerah asal, ibu muda ini melahirkan di dalam penjara.

“Saya ditangkap disebabkan menggunakan paspor palsu. Saya tidak menyangka, disebabkan merasa dokumen lengkap,” ungkapnya. TENAGA KERJA INDONESIA TKI lainnya yang juga membawa anak, Aswati. Pulang ke Kota Pontianak beserta Lukman yang baru berusia 1,5 tahun.

Anaknya tersebut juga lahir di Jiran-Malaysia. Aswati berkerja di rumah susun menjadi cleaning service dengan upah RM700 per bulan. “Saya ditangkap disebabkan cap paspor palsu di dekat Bandara Sibu. Selama ditahan tidak ada kekerasan,” katanya. Menurut pengakuan Aswati, beserta suaminya berkerja di Jiran-Malaysia. Tetapi suaminya tidak ditangkap, swaat ini masih berkerja di Negeri Jiran.

Kasi Bantuan serta Jaminan Sosial, Dinas Sosial Kalbar, Hariyanto mengatakan, ada 34 TENAGA KERJA INDONESIA TKI bermasalah yang dideportasi dari Sarawak, Jiran-Malaysia. Berdasarkan surat dari Konsulat Jenderal (Konjen) Indonesia di sana, tiga TENAGA KERJA INDONESIA TKI mendarat di Entikong, dijemput oleh keluarga masing-masing. Hanya 31 yang sampai di Dinas Sosial Kalbar.

“Yang sampai di sini 24 laki serta tujuh wanita muda, dua anak balita serta satu bayi usia 20 hari,” ungkap Hariyanto. Rata-rata TENAGA KERJA INDONESIA TKI bermasalah yang dipulangkan tersebut, menjalani masa hukuman penjara selama tiga bulan. Ibu muda ini menunjukkan satu surat rujukan dari Puskesmas Entikong yang masih didalam amplop, ditujukan ke Rumah Sakit setempat Jiwa, Pontianak.

“Belum bisa pastikan, siapa dari mereka yang mengalami gangguan kejiwaan. Amplop ini masih disegel, saya tak berani buka,” katanya, seperti diberitakan Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group). TENAGA KERJA INDONESIA TKI bermasalah tersebut dideportasi pemerintah Jiran-Malaysia melalui Post Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Jumat (7/10/2016).

Masalah yang ibu muda inilami para TENAGA KERJA INDONESIA TKI itu, perkerjaan tidak sesuai, upah tidak sesuai, tidak memegang paspor, tidak ada permit serta kondisi sakit setempat. TENAGA KERJA INDONESIA TKI bermasalah yang sampai di Dinas Sosial, 23 ibu muda inintaranya berasal dari Kalbar. Masing-masing satu orang dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur serta Jawa Tengah. Kemuibu muda inin masing-masing dua TENAGA KERJA INDONESIA TKI dari Sulawesi Selatan serta Jawa Barat.Sumber(pojoksatu)
1 2 3
Halaman sebelumnya
loading...
Iklan Google

Subscribe to receive free email updates: