Kemampuannya Menggandakan Uang Ternyata Hanya Akal- Akalan

Iklan Google

Dalam beberapa video lain, posisi Taat saat mengeluarkan uang sama persis. Yakni menggunakan baju gamis, duduk di kursi yang ada sandaran dan tertutup, meraba bagian punggung, lalu seolah-olah mengeluarkan uang dari punggung lalu menghamburkannya ke lantai. Semua video itu sama-sama menunjukkan ekspresi para pengikutnya yang tampak takjub.

Keberadaan Kanjeng Taat Pribadi menghebohkan. Taat dipercaya memiliki kemampuan menggandakan uang dengan syarat pengikutnya menyerahkan mahar sejumlah uang jutaan rupiah dan membaca amalan atau wirid. Ia adalah pemimpin Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, yang berada di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Majelis Ulama Indonesia menganggap ajaran Taat menyimpang dan mereka tengah mengkajinya. Sedangkan Taat kini ditangkap Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Resor Probolinggo atas dugaan pembunuhan dua pengikutnya. Kepolisian juga menyelidiki dugaan penipuan penggandaan uang yang melibatkan

Polisi telah menyita tiga jubah berkantong yang diduga milik Pembina Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, 46 tahun. Jubah berkantong itu diduga sebagai tempat menyimpan uang Dimas Kanjeng saat mendemonstrasikan penggandaan uang di hadapan pengikutnya.

Seperti apa tiga jubah berkantong tersebut? Kasubdit I Ditreskrimum Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Cecep Ibrahim mengatakan, tiga jubah berkantong itu terdiri dari satu jubah berwarna hijau dan dua jubah warna hitam. Kantong terdapat pada setiap jubah di bagian dalam samping kanan-kiri.

"Jubah hijaunya seperti jaket polisi dan dua jubah lainnya berwarna hitam. Saya perkirakan tiap kantong bisa menyimpan uang senilai Rp 50 juta," kata Cecep meyakini jubah berkantong itu digunakan Dimas Kanjeng untuk mengelabui ribuan santrinya agar percaya. Sebab, saat dirinya diminta mendemonstrasikan aksinya di hadapan penyidik, Dimas Kanjeng menolak. "Dia bilang sudah tidak bisa karena jin iprit yang salama ini membantu dia kabur setelah terkena gas air mata polisi."

Sumber : m.tempo.co

1 2 3
Halaman sebelumnya
loading...
Iklan Google

Subscribe to receive free email updates: