Ingin Membiayai Anak, Seorang TKI Malah Diperdagangkan

Iklan Google

Di sebuah apartemen di ibu kota Negara Bagian Johor, Johor Bahru, sejumlah tenaga kerja Indonesia berkumpul di suatu malam setelah mereka bekerja.
Demikian diungkapkan oleh Tari, seorang tenaga kerja asal Surabaya. Dia mengaku diperkenalkan dengan agen oleh seorang teman, sesama pekerja supermarket di Batam. Karena ingin mencari uang lebih demi dua anak-anaknya, ia bertekad merantau ke Malaysia.
"Agen bilang tenang, nanti saya kasih uang setelah sampai di Malaysia. Kamu minta berapa. Selepas itu sampai di pelabuhan Malaysia, bertemu dengan majikan. Semuanya langsung diambil, handphone, paspor.
"Sampai di rumah majikan saya tidak boleh memegang handphone. Majikan bilang 'kamu di sini kerja bersemangat. Saya bayar agen kamu mahal. Saya bayar kamu 9.000 ringgit (sekitar Rp26 juta). Majikan saya tanya 'kamu dikasih uang sama agen? Saya bilang satu rupiah pun saya tidak dikasih. Berarti agen kamu bohong karena dia bilang akan kasih kamu sebagian'".
Namun selama berbulan-bulan ia tidak menerima gaji padahal harus bekerja mulai subuh hingga tengah malam, dan menurutnya pula, tanpa diberi makan.
"Ketika majikan perempuan pergi ke tempat suaminya bekerja di KL (Kuala Lumpur), sehabis saya antar anaknya sekolah semua gerbang rumah di kunci. Setelah beres-beres rumah, saya berpikir saya di sini sudah tidak makan, badan saya lemah, saya nekad, nekad lari dari rumah itu dengan meloncati pagar," kisah Tari sambil menangis.
Ada pekerja bangunan, karyawan salon, karyawan kedai jus buah, dan pekerja domestik. Ada yang bekerja secara resmi, ada yang tidak memegang izin dan ada pula pekerja yang masuk kategori korban perdagangan manusia.
Tenaga kerja yang diperdagangkan seperti dalam kasus Tari, menurut Jovitasari dari tim bantuan sosial dan advokasi komunitas TKI Johor, biasanya sulit untuk ditindaklanjuti secara hukum dengan tuntas. Yang menjadi penyebabnya antara lain tidak ada dokumen, termasuk paspor, perjanjian kerja, apalagi bukti pembayaran.
Kini ia berusaha untuk bangkit lagi agar dapat bertemu dengan kedua anak-anaknya, yang menurutnya, belakangan komunikasinya diputus oleh ayah mereka dengan dalih Tari tak membantu memberikan nafkah.
Diperdagangkan, gaji tidak dibayar atau bahkan penyiksaan kerap dilaporkan ke sejumlah perwakilan Indonesia di Malaysia. Sebagai contoh, dalam satu bulan, rata-rata terdapat lebih dari satu orang korban perdagangan manusia yang ditangani langsung oleh Fungsi Konsuler dan Atase Polisi di Konsulat Jenderal RI di Johor Bahru, sebagaimana diterangkan oleh Konsul Jenderal RI di Johor Bahru, Haris Nugroho.

"Intinya, mereka kadang-kadang tidak menyadari mereka dijual awal mulanya. Bila sudah di sini, mereka sadar karena majikan akan menyatakan 'kamu sudah saya beli sekian, dan kamu harus membayar sekian. Dengan demikian dalam satu tahun kamu tidak digaji," kata Jovitasari.
Sumber : www.bbc.com
1 2 3

loading...
Iklan Google

Subscribe to receive free email updates: