Warga Jember ini Memilih Pasrah dengan Penyakitnya, Karena Tak Ada Biaya

Iklan Google

Jember - Hani (42) warga Dusun Karang Tengah, Desa Sumberpakem, Kecamatan Sumberjambe Jember, kondisinya sangat menyedihkan.
Dirinya hanya bisa terbaring di tempat tidur, karena benjolan besar bersarang di pangkal lehernya.
Derita itu, dia alami sudah bertahun-tahun, hingga kondisi saat ini hampir sebesar dua kepal tangan orang dewasa.
Anehnya, dia lebih memilih pasrah menunggu keajaiban untuk bisa sembuh.
Ya, hanya bermodalkan keyakinan dan do'a. Hani sudah bebrapa kali periksa ke Puskesmas setempat, dibantu oleh Kepala Desa dengan rujukan ke Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi.
"Biaya di rumah sakit memang gratis, tetapi biaya sehari-hari dan wira -wirinya yang menjaga mas.
Dibuat makan setiap hari saja susah. Itu yang menjadi alasan keluarga," ujar salah seorang saudara, yang tidak bersedia disebutkan namanya.
"Kami sudah berupaya bagaimana warga saya bisa tertangani. Sudah 7 bulan ini menjalani penanganan pemeriksaan medis," jelasnya, Senin (04/12/2017) pagi.
Kepala Desa Sumberpakem, Farida, membenarkan, kalau Hani adalah warganya dan saat menderita penyakit tumor kelenjar.
Dirinya melanjutkan, hasil dari pemeriksaan RSD dr.Sobendi, si Hani harus dirujuk ke Surabaya untuk menjalani operasi.
Namun Pihak keluarga menolak, dngan alasan tidak ada yang sanggup mendampingi selama di rumah sakit" imbuhnya.
Di tempat terpisah, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember Alfian Andri Wijaya, sangat menyayangkan jika pasien tidak melanjutkan gara-gara tidak ada yang mau menjaga.
“Alokasi anggaran untuk kesehatan sangat besar, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak bisa membantu," ujarnya.
"Jika harus dirujuk ke rumah sakit di Surabaya keluarga menolak, saya maklumi, biaya hidup di sana berapa,” tambahnya.
Sumber : suarajatimpost.com

1 2 3
BERITA TERBARU : Jatuh dari Pohon Setinggi 37 Meter, Misra Dibiarkan Lumpuh karena Miskin
loading...
Iklan Google

Subscribe to receive free email updates: