Dua Bulan 73 TKI Ini Ditahan di Malaysia : VIRAL WARUNG TKI

Iklan Google

Dua Bulan 73 TKI Ini Ditahan di Malaysia : VIRAL WARUNG TKI

Ida Iryani mengucap syukur setelah tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang, Sabtu (31/3).

Dia pun bisa pulang ke kampung halaman setelah dua bulan tertahan di Imigrasi Malaka, Malaysia. "Alhamdulillah, bisa kembali ke Indonesia. Saya asal Kebumen," ungkap Ida sambil tersenyum saat ditemui Tribunjateng.com di bandara, Sabtu.

Ida merupakan satu dari 73 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja mencari uang dari Jawa Tengah yang dipulangkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng.

Sejak Januari 2018, mereka ditahan di Imigrasi Malaka lantaran diduga salah penempatan kerja. Pagi itu, Ida dan delapan TKI Jateng lain yang bekerja mencari uang masuk dalam kelompok terbang (kloter) pertama pemulangan.

Enam orang berasal dari Purworejo sementara tiga lainnya dari Kebumen. Meski ada yang telah dijemput pihak keluarga, para TKI yang bekerja mencari uang tersebut kemudian dibawa ke kantor Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP2TKI) Jateng di Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Di tempat ini, mereka menunggu puluhan TKI yang bekerja mencari uang lain yang datang di hari yang salam dalam dua penerbangan berbeda. Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP2TKI Jateng Wilayah Semarang, Rodli, mengatakan, seusai dari kantor BP2TKI, mereka bakal di pulangkan ke kota dan kabupaten masing-masing.

"Kami kumpulkan dulu di kantor untuk membicarakan masalah gaji. Karena, ada dari mereka yang sudah dikontrak kerja," jelas Rodli. Menurut Rodli, selama ditahan sejak 15 Januari 2018, para TKI asal Jateng itu mendapat perlakuan dan diurus secara baik.

"Shelter Imigrasinya nyaman. Makan dan minum terjamin. Bahkan, sehari, merkea dapat makan sampai empat kali, termasuk dapat snack.
Cuma, karena tak ada kegiatan, mereka menjadi bosan," jelas Rodli. Penahanan para TKI ini terjadi lantaran kesalahan penempatan kerja dari agensi di Selangor, Malaysia.

Para TKI yang bekerja mencari uang ini ditempatkan di perusahaan bernama Dominant Opto Technologist SDN BHD di Malaka. Padahal, sesuai aturan di Malaysia, setiap agensi harus menempatkan tenaga kerja asing sesuai daerah atau provinsi masing-masing di Malaysia.

Itu berarti, seharusnya, para TKI asal Jateng ini ditempatkan di Selangor dan bukan Malaka. "Saya perkirakan, aturan tersebut kurang disosialisasikan pemerintah Malaysia kepada setiap agensi.

Sebab, akhirnya, beberapa TKI yang sudah dua tahun bekerja di Malaka lewat agensi yang sama, harus tertahan juga selama dua bulan itu," jelasnya. Sebenarnya, dari 73 TKI Jateng, 23 di antaranya dinyatakan lolos. Namun, mereka akhirnya memilih pulang ke tanah air setelah ikut ditahan pihak Imigrasi Malaka.

Menurut Rodli, mereka merasa tidak nyaman dan tak ada kepastian dari pihak perusahaan. Kedepan, apabila 73 TKI tersebut ingin kembali bekerja di Malaysia.
Rodli berjanji bakal memakai Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) lain yang menempatkan pada agensi tepat. Sebelum berangkat, 73 TKI tersebut disalurkan PJTKI PT Dian Yogya Permana.

Rodli mengatakan, PJTKI tersebut telah melakukan tahapan penyaluran kerja sesuai prosedur.
VIRAL WARUNG TKI > Sumber : tribunnews.com

1 2 3
BERITA TERHEBOH : Ternyata Ini Penyebab 73 TKI Jateng Ditahan Dua Bulan di Malaysia
loading...
Iklan Google

Subscribe to receive free email updates: